Homee ^^

Jumat, 25 April 2014

My Life Story: aku & Hijabku

Morning everybody.. I'm not come to my class today, because I've stomachache.. huhuhu
overall, this story will be my first post in my new blog..
I'll tell you about story of my life.. it's about my way to use Hijab.. :)

Aku mulai sering memakai kerudung saat masuk MTsN. Waktu itu aku cuma memakai kerudung saat aku ke sekolah saja. Kalau sudah jalan-jalan keluar, aku jarang memakai kerudung. Sering mama menegur, tapi biasanya aku hanya cuek,, hehehe oya mama sudah konsisten memakai kerudung mulai dari aku kecil. 
Suatu saat, tepatnya disemester 2 MTs, aku bertemu dengan guruku dijalan waktu aku tidak memakai kerudung, malu sekali rasanya. Sejak saat itu, aku bertekad kalau jalan ke pusat kota aku akan memakai kerudung terus.
Awalnya aku memakai kerudung & menyematkannya dengan peniti. Biasanya karena aktivitas yang cukup lama dengan kerudung dan keringat, membuat kerudung ku sering menjadi kuning di sekitar leher. Hal ini dikarenakan peniti yang aku pakai. Namun, Mulai kelas 2 MTs aku diajarkan temenku untuk memakai jarum pentol, cukup mudah dan tidak membuat bekas di kerudung. Waktu MTs aku lebih suka memakai kerudung lgsg (kerudung yang sudah jadi) soalnya tidak ribet dan enak dipakai. Apalagi aku anggota pramuka, lebih memudahkan kalau memakai kerudung langsung.
Oya, aku sering sekali memakai kerudung nya mama.. biasanya kerudung yang aku pakai itu akan menjadi milikku (tidak trmasuk kerudung yang mahal) hahahaha. Kadang-kadang aku dimarahin Mama gara-gara memakai kerudung beliau. hhihihii
Actually, aku ingin melanjutkn SMA di SMA umum (dengan tetap memakai kerudung pastinya). Namun, ternyata aku ditakdirkan masuk ke MAN Model. Bertemu dengan teman yang baru dari sekolah yang berbeda membuat cara berkerudungku pun mulai berubah. Aku diajarkan teman baru ku Rezka, Faridah, Dhie, untuk memakai kerudung segiempat dengan lipatan yang lebih simple. Dan hal ini masih terbawa sampai saat ini. Waktu MTs, bisa dikatakan gaya berkerudungku masih “culun”, dan berubah seiring bertambahnya teman dan tingginya tingkatan sekolah. haha.


Aku mulai terbiasa dengan kerudung segiempat apalagi, disekolahku diwajibkan memakai kerudung yang sudah disediakan disekolah (kerudung kain segiempat dengan lambang Kemenag). Biasanya aku menyematkan bros dikerudung ku. aku juga masih sering menggunakan kerudung dengan model “runcing” karena kain kerudung sekolahku mudah untuk dibentuk. Sekarang kerudung-kerudung lebih banyak yang berbahan Shifon, jd lebih sulit dibentuk.  Aku mulai terbisa dengan kerudung segiempat dan sudah jarang menggunakan kerudung langsung. Beberapa kali aku merubah model kerudung yang aku gunakan.  Dan model yang aku contoh adalah gaya berkerudung mama. :D hhihihi untuk fashion, walaupun anaknya mama sudah seumur 20an, mama termasuk orang yang memiliki fashion seperti anak muda. Bahkan teman-temanku sering bilang kalau mama ku gaul. Hahahaaha (anaknya ga boleh kalah).  Aku suka memakai bros yang berjuntai panjang  juga karena mama. Harga nya murah, namun terlihat mewah :)
Aku mulai suka memodifikasi kerudung saat aku sudah berada pada penghujung sekolahku (setelah UN SMA). So, saat perpisahan sekolah, aku dan teman-teman rela berangkat lebih pagi agar bisa berpenampilan dengan kerudung yang dimodifikasi (bahasa sekarang hijab style)  dan, orang yang membantu untuk mengkreasikannya adalah Tika. Tika orang nya cukup telaten dan mengedepankan kerapian kalau masalah hijab. Simple sebenarnya tapi terlihat rapi.
Memasuki dunia perkuliahan (yang lagi” aku masuk dalam perguruan yang notabene bertitle “I”)  membuat referensi kerudung ku tambah luas :) awalnya aku sering menggunakan lapisan topi, kemudian aku mencoba memakai bandana dengan kreasi kerudung-kerudung yang baru. Dan aku berhasil mengkreasikannya. Karena masih MABA, untuk kuliah aku lebih serig menggunakan kerudung yang “biasa” tanpa kreasi. Tapi kalau sudah “ngeMall” aku seneng sekali memakai kerudung yang dimodifikasi, bahkan aku senang mengkreasikan pakaianku.
Mulai semester 3 kuliah, mulai “marak tutorial” hijab, muali dari yang simple sampai yang ribet/susah. Mulai dari mahasiswa biasa sampai Dian Pelangi. Aku pun mulai mengikuti trend tersebut, dengan banyak mencoba tutorial yang ada. Mulai dari foto-foto sampai video J dan sekali lagi hal ini aku memakai kalau lagi jalan. Kalau kuliah aku masih tetap menggunakan kerudung shifon dengan mdel yang rata-rata orang pakai 
Dalam hal kreasi kerudung, aku pun mulai bisa membuat kreasi-kreasi ku sendiri.  Putar sana putar sini, semat sana semat sini. Kadang aku minta bantuan Tika untuk merapikan kerudung ku. 


Sampai saat ini, aku masih suka mengkreasikan kerudung ku. Dan aku membuat nya lebih simple, agar terlihat casual. Skrg aku sudah jarang jalan-jalan memakai rok, jadi kalau kreasi kerudung nya berlebihan malah terlihat aneh dengan setelan celana. Karena menurut aku, kreasi kerudung yang agak ribet, hanya cocok dipakai saat ada moment-moment tertentu, yang waktu nya relative singkat sehingga tatanan kerudung masih bisa dijaga kerapiannya. Tapi kalau jalan-jalan yang relative lama dan kemana-mana, lebih baik pakai yang sederhana. J ga ribet, ga cape ngurusnya, ga tergantung dengan kaca.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar