overall, this story will be my first post in my new blog..
I'll tell you about story of my life.. it's about my way to use Hijab.. :)
Aku mulai
sering memakai kerudung saat masuk MTsN. Waktu itu aku cuma memakai kerudung
saat aku ke sekolah saja. Kalau sudah jalan-jalan keluar, aku jarang memakai kerudung.
Sering mama menegur, tapi biasanya aku hanya cuek,, hehehe oya mama sudah
konsisten memakai kerudung mulai dari aku kecil.
Suatu saat,
tepatnya disemester 2 MTs, aku bertemu dengan guruku dijalan waktu aku tidak memakai
kerudung, malu sekali rasanya. Sejak saat itu, aku bertekad kalau jalan ke
pusat kota aku akan memakai kerudung terus.
Awalnya aku memakai
kerudung & menyematkannya dengan peniti. Biasanya karena aktivitas yang
cukup lama dengan kerudung dan keringat, membuat kerudung ku sering menjadi
kuning di sekitar leher. Hal ini dikarenakan peniti yang aku pakai. Namun, Mulai
kelas 2 MTs aku diajarkan temenku untuk memakai jarum pentol, cukup mudah dan
tidak membuat bekas di kerudung. Waktu MTs aku lebih suka memakai kerudung lgsg
(kerudung yang sudah jadi) soalnya tidak ribet dan enak dipakai. Apalagi aku
anggota pramuka, lebih memudahkan kalau memakai kerudung langsung.
Oya, aku
sering sekali memakai kerudung nya mama.. biasanya kerudung yang aku pakai itu
akan menjadi milikku (tidak trmasuk kerudung yang mahal) hahahaha. Kadang-kadang
aku dimarahin Mama gara-gara memakai kerudung beliau. hhihihii
Actually, aku ingin melanjutkn SMA di SMA umum (dengan
tetap memakai kerudung pastinya). Namun, ternyata aku ditakdirkan masuk ke MAN
Model. Bertemu dengan teman yang baru dari sekolah yang berbeda membuat cara
berkerudungku pun mulai berubah. Aku diajarkan teman baru ku Rezka, Faridah,
Dhie, untuk memakai kerudung segiempat dengan lipatan yang lebih simple. Dan
hal ini masih terbawa sampai saat ini. Waktu MTs, bisa dikatakan gaya
berkerudungku masih “culun”, dan berubah seiring bertambahnya teman dan
tingginya tingkatan sekolah. haha.
Aku mulai
terbiasa dengan kerudung segiempat apalagi, disekolahku diwajibkan memakai kerudung
yang sudah disediakan disekolah (kerudung kain segiempat dengan lambang
Kemenag). Biasanya aku menyematkan bros dikerudung ku. aku juga masih sering menggunakan kerudung dengan model “runcing” karena
kain kerudung sekolahku mudah untuk dibentuk. Sekarang kerudung-kerudung lebih
banyak yang berbahan Shifon, jd lebih sulit dibentuk. Aku mulai terbisa dengan kerudung segiempat dan
sudah jarang menggunakan kerudung langsung. Beberapa kali aku merubah model kerudung yang aku gunakan. Dan model yang aku contoh adalah gaya
berkerudung mama. :D hhihihi untuk fashion, walaupun anaknya
mama sudah seumur 20an, mama termasuk orang yang memiliki fashion seperti anak
muda. Bahkan teman-temanku sering bilang kalau mama ku gaul. Hahahaaha (anaknya
ga boleh kalah). Aku suka memakai bros yang
berjuntai panjang juga karena mama. Harga
nya murah, namun terlihat mewah :)
Aku mulai
suka memodifikasi kerudung saat aku sudah berada pada penghujung sekolahku (setelah
UN SMA). So, saat perpisahan sekolah, aku dan teman-teman rela berangkat lebih
pagi agar bisa berpenampilan dengan kerudung yang dimodifikasi (bahasa sekarang
hijab style) dan, orang yang membantu untuk
mengkreasikannya adalah Tika. Tika orang nya cukup telaten dan mengedepankan
kerapian kalau masalah hijab. Simple sebenarnya tapi terlihat rapi.
Memasuki
dunia perkuliahan (yang lagi” aku masuk dalam perguruan yang notabene bertitle
“I”) membuat referensi kerudung ku
tambah luas :) awalnya aku sering menggunakan lapisan
topi, kemudian aku mencoba memakai bandana dengan kreasi kerudung-kerudung yang
baru. Dan aku berhasil mengkreasikannya. Karena masih MABA, untuk kuliah aku
lebih serig menggunakan kerudung yang “biasa” tanpa kreasi. Tapi kalau sudah
“ngeMall” aku seneng sekali memakai kerudung yang dimodifikasi, bahkan aku
senang mengkreasikan pakaianku.
Mulai
semester 3 kuliah, mulai “marak tutorial” hijab, muali dari yang simple sampai yang
ribet/susah. Mulai dari mahasiswa biasa sampai Dian Pelangi. Aku pun mulai
mengikuti trend tersebut, dengan banyak mencoba tutorial yang ada. Mulai dari
foto-foto sampai video J dan sekali lagi hal ini aku memakai kalau lagi jalan. Kalau kuliah aku
masih tetap menggunakan kerudung shifon dengan mdel yang rata-rata orang pakai
Dalam hal
kreasi kerudung, aku pun mulai bisa membuat kreasi-kreasi ku sendiri. Putar sana putar sini, semat sana semat sini.
Kadang aku minta bantuan Tika untuk merapikan kerudung ku.
Sampai saat
ini, aku masih suka mengkreasikan kerudung ku. Dan aku membuat nya lebih
simple, agar terlihat casual. Skrg aku sudah jarang jalan-jalan memakai rok, jadi
kalau kreasi kerudung nya berlebihan malah terlihat aneh dengan setelan celana.
Karena menurut aku, kreasi kerudung yang agak ribet, hanya cocok dipakai saat
ada moment-moment tertentu, yang waktu nya relative singkat sehingga tatanan
kerudung masih bisa dijaga kerapiannya. Tapi kalau jalan-jalan yang relative
lama dan kemana-mana, lebih baik pakai yang sederhana. J ga ribet, ga cape ngurusnya, ga tergantung dengan kaca..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar